Ini adalah kisah pribadi saya yang memang nyata adanya. Kisah ini tentang kejadian yang pernah saya alami. Percaya atau tidak tapi semua ini pengalaman pribadi saya. Tujuan saya menceritakan kisah ini agar anda dapat memahami pentingnya beryadnya. ya saya dulunya memang malas, malas beryadnya, masih tidak percaya dengan apa yang saya rasa dan saya lihat !!!
Berawal dari kehidupan saya yang sederhana sebagai seorang pekerja. Umur saya saat itu masih 18 th. Tamat SMK saya mulai bekerja di sebuah miniMart (tidak disebutkan), lokasi tempat kerja dengan rumah cukup dekat, yakni sekitar 15 menit perjalanan. Saat itu saya seperti teman-teman saya yang lain. Suka dengan segala yang baru ataupun suka dengan keramaian. Sampai akhirnya saya pulang dari kerja, waktu sudah menunjukan 22.00 wita. Saya bergegas pulang, kebetulan rumah saya dekat dengan lokasi pemakaman ( kuburan). Seketika saya melihat seseorang sedang duduk dijalan, tapi semakin saya perhatikan orang tersebut seperti tengkorak yang warna matanya merah menyala. Saya lalu tancap gas dan mengucapkan bait-bait tri sandhya di dalam hati. Esoknya saya melewati jalan yang sama dan waktu yang menunnjukan jam 22.12. Saya sangat ketakutan, "biasanya saja saya pulang sampai jam 1 pagi tidak pernah seperti ini !!!" ucap saya dalam hati. Ketika saya menaiki jalan yang cukup menanjak, Saya mendengar kuda yang berlari mengejar saya dari arah belakang, saya melihat kaca spion seperti tempat bekas mengangkat mayat terbang mengahmpiri saya. "tuhan ada apa dengan penglihatan saya" ucap saya dalam hati sambil melaju kencang. ya tempat itu masih di kuburan dengan suasan yang sepi dan sangat gelap. Kejadian mistis ini terus berlanjut, sampai ditempat kerja pun saya mengalami kejadian aneh. Dan hampir setiap hari saya melihat sosok yang menakutkan, tidak di dunia nyata saja, tapi di mimpi pun saya sering kali bertarung dan menyelamatkan banyak orang yang saya sendiri tidak mengenal siapa mereka. Dan pada akhirnya saya lelah dengan semua ketakutan yang menghampiri saya, karena dukungan sahabat dan kekasih saya akhirnya saya memberitahukan semua ini pada orang tua. Dan orang tua saya cepat-cepat mengambil tindakan. Diajaknya saya ke orang pintar ( balian).Balian mengatakan bahwa saya "MELIK" . saya tidak mengerti apa itu melik? dan setelah saya cari-cari di internet, saya baru mengerti tentang Melik. kalian bisa kunjungi pengertian melik di halaman saya lainnya !!!!
Dilakukan lah upacara tentang melik. Upacara seharusnya dilakukan setiap purnama dengan jangka waktu 5x (hanya 5 bulan setiap purnama). Setiap bulan terutama saat bulan purnama saya melukat. di pagi hari saya melukat di rumah dengan prasarana banten sederhana sesuai dengan perkataan beliau (balian). Sedangkan malam hari saya melukat di tampak siring, 4 bulan berjalan normal. hingga bulan ke-5 seharusnya saya melukat tapi saya mengalami menstruasi (datang bulan), waktu itu bulan Oktober. Saya jeda dan lanjut kebulan selanjutnya yaitu bulan November. Tapi waktu bulan purnama tiba di bulan november tidak juga melukat karena harus pulkam, dan akhirnya ke-3 kalinya bulan Desember. Saya juga tidak melukat karena tidak ada biaya. inilah awal kejadian yang sangat tidak pernah saya lupakan yaitu kejadian pertama di awali dengan jatuh di tangga kampus. Saya terjatuh dari lantai 3 ke lantai 2 kampus. untungnya saya baik-baik saja hanya sedikit memar. Kejadin kedua saat saya akan pergi bekerja, saya malah menabrak mobil. tapi untungnya juga saya masih baik-baik saja, walaupun sampai kena omelan Bapak pengemudi mobil. saya sangat berterimkasih pada bapak itu yang masih bermurah hati. Tapi kejadian ketiga yang membuat batin kembali di uji. Tabrakan antra saya dengan pengendara motor. motor yang saya kemudikan berjalan dari arah selatan ke utara, tapi tiba-tiba ada bapak-bapak yang ingin memotong jalan dan hingga tabrakan tidak terhindarkan. saya saat itu sampai pingsan dan yang ajaibnya saya baik-baik saja saya hanya luka ringan, bapak yang menabrak saya dari arah kanan hingga motor saya hancur dalam kondisi baik. motor beliau hanya pada bagian ban saja yang bengkok. tapi kejadian ini berturut-turut dalam 1 bulan yaitu desember 2016. Saya sangat berterimakasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, atas berkah dan rahmat beliaulah saya masih dapat berkumpul dengan keluarga, sahabat saya.
Pada akhirnya di bulan januari saya melakukan upacara melik yang ke-5 untuk menghindari kejadian yang buruk. Disinilah sya baru percya akan kebesaran tuhan. apa mungkin tugas saya di dunia belum tuntas? atau memang ada kesempatan untuk memperbaiki diri? entahlah itu semua adalah kehendak tuhan. tidak akan pernah sya lupkan tentang kejadian desember itu. Dan sejak saat itu saya mulai lebih mendekatkan diri pada tuhan, salah satunya dengan duduk di bangku kuliah dengan jurusan keagaaman. Walau sampai saat ini saya masih bisa merasakan dan melihat dunia lain( gaib).
Sekian pengalaman pribadi sya. kesimpulannya kita harus percaya "panca sradha". karena kita tidak tau kapan kita akan di jemput oleh para malaikat dan berbuatlah baik selagi masih hidup. Sayangilah keluarga, teman dan orang-orang yang berjuang dan selalu mengiringi langkahmu.
terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel saya, apabila ada tutur kata saya yang kurang berkenan, mohon maaf ...
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Pada akhirnya di bulan januari saya melakukan upacara melik yang ke-5 untuk menghindari kejadian yang buruk. Disinilah sya baru percya akan kebesaran tuhan. apa mungkin tugas saya di dunia belum tuntas? atau memang ada kesempatan untuk memperbaiki diri? entahlah itu semua adalah kehendak tuhan. tidak akan pernah sya lupkan tentang kejadian desember itu. Dan sejak saat itu saya mulai lebih mendekatkan diri pada tuhan, salah satunya dengan duduk di bangku kuliah dengan jurusan keagaaman. Walau sampai saat ini saya masih bisa merasakan dan melihat dunia lain( gaib).
Sekian pengalaman pribadi sya. kesimpulannya kita harus percaya "panca sradha". karena kita tidak tau kapan kita akan di jemput oleh para malaikat dan berbuatlah baik selagi masih hidup. Sayangilah keluarga, teman dan orang-orang yang berjuang dan selalu mengiringi langkahmu.
terimakasih telah berkunjung dan membaca artikel saya, apabila ada tutur kata saya yang kurang berkenan, mohon maaf ...
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar